Senin, 08 Agustus 2016

Tenaga Dalam Murni

                                 Waligada

Bersama KH. Tubagus A Sudrajat (Ketua Majelis Dzikir Istana Negara)

Bersama Eyang Cakra (Komandan Avatar Internasional)

Bersama Pensihat Spiritual Istana Negara, Bah Dago Batarakala (kiri)  Eyang Drajat (kanan)

Bersama Penasihat spiritual Istana Negara (Eyang Bintang)

Bersama Walikota Cimahi (Bp. Itoc Tohija) & Ketua IPJI

Bersama Ketua DPRD Cimahi (Ahad Gunawan), Ketua Paranormal Indonesia,  Ketua IPJI & Ketua LSM SIKAT

Bersama Rektor UNPAD (Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, D.E.A)

Bersama Sekjen Badan Peneliti Independent (Fonda Tangguh) dan Ketua LSM SIKAT (KH.Prof. Dr. Deni Romli G. S)




 

 Waligada
Bumi dan Langit serta isinya bersujud kepada Allah S.W.T

QS. Ar-Ra`d [13] : 13 
             وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعْدُ بِحَمْدِهِۦ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِۦ وَيُرْسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمْ يُجَٰدِلُونَ فِى ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلْمِحَالِ

“ Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya “.

 QS. Ar-Ra`d [13] : 15 

                                                              وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ

“ Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari “.

QS. An-Nahl [16] : 49

                                                             وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

“ Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri “.

QS. Al-'Isra' [17] : 44

      تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

“ Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun “.

QS. Al-'Anbya' [21] : 79

                                           فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ

“ Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya “.

QS. Al-Haj [22] : 18

   أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩


“ Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki “.

QS. An-Nur [24] : 41

                  أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلطَّيْرُ صَٰٓفَّٰتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُۥ وَتَسْبِيحَهُۥ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ

“ Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan “.

QS. Sad [38] : 18

                                                                                                 إِنَّا سَخَّرْنَا ٱلْجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحْنَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِشْرَاقِ

“ Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi “,

QS. Al-Hashr [59] : 24

                           هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

“ Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “.

QS. As-Saf [61] : 1

                                                                                   سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

“ Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “.

QS. Al-Jumu`ah [62] : 1

                                                                       يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْمَلِكِ ٱلْقُدُّوسِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

“ Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “.

QS. At-Taghabun [64] : 1

                                                 يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ لَهُ ٱلْمُلْكُ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“ Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu “.

QS. Al-Anfal [8] : 2


                                إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal “.



            Semua yang berada di Alam Semesta beserta isinya Bertasbih kepada Rabb-nya. Langit, Bumi, Bintang, Matahari, Gunung, Laut, Tumbuhan, Hewan, Batu, semua mahluk hidup ataupun benda mati dll Semua Berdzikir kepada Yang Maha Kuasa.

            Menurut para Ilmuwan bahwa semua benda yang berada di Alam Jagat Raya ini bergetar baik itu benda mati maupun mahluk hidup. Hal itu menandakan bahwa semuanya memiliki unsur Kehidupan atau Energi menurut para pakar Ilmuwan Scientist. Karena pada setiap benda mati baik berasal dari Zat Cair, Zat Padat, Zat Gas ataupun mahluk hidup memiliki unsur Energi Potensial, Energi Kinetis, Energi Cahaya, Energi Kalor, Energi Mekanik, Energi Kimia, Energi Listrik dll yang yang berasal dari Proton, Elektron Dan Neutron.

            Bagaimanakah dengan Energi manusia ?
           
            Manusia diberikan kesempurnaan oleh Allah S.W.T berupa akal dan pikir. Oleh karena itu manusia sudah memiliki potensi yang sangat luar biasa… Semua Energi sudah terdapat dalam tubuh manusia itu sendiri, Baik Potensial, Kinetis, Kalor, Kimia, Listrik dll….Tinggal manusianya itu sendiri yang mau mengolah dan mebukanya.

            Apakah Seorang manusia bisa mendeteksi, memberikan atau menarik Getaran Energi dari Bulan, Matahari, Bintang, Gunung, Laut, Bumi, Tumbuhan, Hewan, kemudian benda mati maupun mahluk hidup lainnya….?

            Marilah Bergabung dengan Waligada Sport Club  yang akan menguraikan secara ilmiah dan logis, serta Anda akan dibantu untuk menyelaraskan Getaran Energi dengan Alam Semesta.

             “ Hanya dengan 2 x Pertemuan Kita sudah bisa merasakan Getaran-getaran Energi pada Bulan, Matahari, Bintang, Gunung, Laut, Bumi, Tumbuhan, Hewan, baik benda mati maupun mahluk hidup lainnya “.


            Sehingga keimanan kita kepada Yang Maha Kuasa semakin bertambah. bukan mistik, bukan klenik, tanpa khodam, susuk, transfer, rajah, puasa, mantra, Olah Jurus dll. semua ilmiah dan logis. Satu-satunya pertama di dunia dengan membangkitkan Energi Di Ulu Hati (Tenaga Dalam Murni) hanya dengan 2 x pertemuan Anda sudah bisa merasakan, Menarik, memberikan Getaran yang berada di Alam Jagat Raya. Kita bukan mencari kesaktian tapi kita mencari Jati Diri yang sebenarnya sehingga kita menjadi lebih dekat Dengan Allah Azza Wa Jalla….Semua Gelombang Dzikir, Shalat, Mengaji, Puasa, maupun ibadah-ibadah yang lain. Getaran Energinya akan terasa begitu Dahsyaaat dan sangat Luaaaar Biasaa…Lahir Batin kita menjadi sehat dan kuat, selamat dunia & akhirat.

Untuk pelatihan Contact Person :

Sekretariat Waligada : 08562208788 & 08891937668

Untuk infaq, shodaqoh Transfer ke

Rek. BCA      : 139-0069-584 a.n Riswan KCP CIMAHI - BANDUNG
         NIAGA : 760-711-988-400 a.n Riswan KCP PADALARANG - BANDUNG






Sabtu, 06 Agustus 2016

Paguyuban Saparakanca


PROFILE
LEMBAGA BUDAYA SUNDA
“ Paguyuban Saparakanca “









`
                                   
                                                                 



                           


ARTI – ARTI LAMBANG “ PAGUYUBAN SAPARAKANCA “

Lambang Lembaga Budaya Sunda “ Paguyuban Saparakanca “  ialah lambang Rajawali berdiri diatas ujung kedua kujang yang disilangkan dan dibawah Rajawali terdapat Kepala Harimau serta dibawah Kujang terdapat tulisan “ Paguyuban Saparakanca “.
  1. Warna di sekeliling lambang yang berbentuk segi empat yaitu
a.    Lapisan luar pertama adalah warna merah yang memiliki arti = Acining Api (Saripati Api).
b.   Lapisan kedua kuning yang memiliki arti = Acining Angin (Saripati Angin).
c.    Lapisan ketiga putih yang memiliki arti = Acining Cai (Saripati Air)
d.   Lapisan terakhir paling dalam adalah warna hitam  yang memiliki arti = Acining Bumi (Saripati Bumi)
   (yang dimaksud Acining atau Saripati tersebut adalah Unsur pembentuk Alam Semesta)
  1. Warna Dasar lambang adalah Biru Langit atau Biru Muda yang mengandung arti Bahwa kita sekarang berada dalam “Alam Sagara Hirup” atau alam kehidupan  dan warna biru melambangkan ilmu pengetahuan.
  2. Rajawali yang terlukis memiliki makna yaitu Raja yang berarti Penguasa dan Wali adalah Wakil jadi arti secara terminologi yaitu bahwa manusia adalah seorang Khalifatullah atau wakil Allah / yang memimpin di dunia ini. Dan makna secara hakikatnya adalah Rajawali = Burung = Ababil = Malaikat = Kedamaian. Jadi secara bahasa Etimologi bahwa Rajawali yang melebarkan sayapnya adalah yang melebarkan kedamaian dimuka bumi ini.
  3. Posisi kedua kaki Rajawali sedang berdiri di atas kedua ujung Kujang & Warna lambang Rajawali Kuning Emas.
  4. Posisi Harimau dibawah Rajawali dan di tengah kedua Kujang yang disilangkan. Harimau secara Etimologi adalah Harimau = Maung = Manusa (Manusa = Manut kanu rasa) Unggul. Jadi secara terminologi bahwa seorang Khalifah itu adalah harus Seorang yang memiliki kepekaan pada rasa jati dirinya (selalu dekat dan terawasi dengan Tuhannya dimanapun dia berada).
  5. Kedua Kujang yang disilangkan memiliki arti Etimologi Silang = Kali = Gali (cari  pengetahuan tentang Jati Diri). Dan Lubang yang Empat Berarti kita harus mengetahui keberadaan “ Dulur Papat Kalima Pancer “ (Saudara kembar kita) setelah kita bisa memahami esensi tersebut barulah bisa menjadi seorang Pemimpin atau Khalifatulah atau wakil Allah di muka bumi ini.
  6. Tulisan “ Paguyuban Saparakanca “  yang berada dibawah Kedua Kujang memiliki arti secara Terminologi  yaitu Paguyuban = Guyub = bersatu & Saparakanca = Sadulur = Satu Saudara dan secara Etimologi yaitu bahwa Semua umat di bumi ini adalah saudara kita jadi “ Sunda “ bukan etnis tapi Sunda adalah milik semua yang berada di muka bumi ini.



A.      JATIDIRI.

Jatidiri Lembaga Budaya Sunda “Paguyuban Saparakanca” nyoko/nyumber tina tatapakan anu patali jeung sikep anu ngangkat ajen masyarakat “ Sunda “ dina ngudag kamajuan jeung pikiran anu cekas pikeun nangtukeun lengkah geusan ngawujudkeun Umat di Dunia anu Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Gemah Ripah Repeh Rapih jeung Saluyu Ngawangun Jati Mandiri.

B.      SIPAT.

Lembaga Budaya Sunda “Paguyuban Saparakanca” teh sipatna independent jeung netral/non-partisan. wiwitan diadegkeunana  Paguyuban Saparakanca” dimimitian tina gunem catur panjang diantara para inohong Sunda di Tatar Parahyangan anu ngabogaan kasang tukang, disiplin elmu jeung propesi anu mibanda pamikiran anu rancage, parigel, perceka, tanginas tur binangkit geusan ilubiung ngaronjatkeun jeung ngamumule ajen jeung kultur falsafah Sunda nepika ngamuara kana kasaluyuan keur ngawangun Lembaga Budaya Sunda kalawan jatidiri ka-Sunda-an.

C.      VISI jeung MISI.

“ Paguyuban Saparakanca ” teh ngarupakeun hiji beungkeutan gawe bareng sabilulungan, tuker luang jeung pangaweruh diantara warga masyarakat “ Sunda “, Visi-Misina mangrupa ieu:

1. VISI.
“ Mulih ka jati Mulang ka Asal “

2. MISI.
a. “ Urang sunda apal kana jati sundana”
b. “ Urang sunda apal kana jati dirina”
c. “ Urang sunda apal yen asal muasal peradaban ti sunda, bakal balik deui ka 
       Sunda”

D.     ASAS.

“ Paguyuban Saparakanca ” teh make dadasar asas Pancasila.



SUSUNAN PENGURUS LEMBAGA BUDAYA SUNDA
“ Paguyuban Saparakanca “

I.                     DEWAN PELINDUNG    :  
- Allah S.W.T
- Malaikat Al Muqarobbun
- Para Nabi & Rasul
- Para Waliyullah
- Para Karuhun
- Para Khodam
 

II.                    PENASEHAT                                                   : 
                         - Abah Ayi ( KETUA MAJELIS DZIKIR ISTANA NEGARA )                   
                         - Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia D.E.A  ( Rektor Unpad )
                         - Prof. Dr. H. M. Didi Turmudji, N.Si. ( KETUA PAGUYUBAN PASUNDAN )  
                         - (Pur). Kombes.  Djumena Warga Sutisna ( PUPUHU CIMAHI )  
                         - Mbah Dago ( PUPUHU BANDUNG )
                         - Eyang Cakra  ( PUPUHU BANDUNG )
                         - Eyang Bintang  ( PUPUHU BANDUNG )
                         - Abah Drajat  ( PUPUHU BANDUNG )
                         - Bp. H. Syafei ( Mantan Ketua PAGUYUBAN PASUNDAN ) 
                         - Kang Erwan  ( PUPUHU CIMAHI )
                         - Kang Ari Subagya Husein  ( PUPUHU BANDUNG )
                         - H.D Oland Siswantho, SH  ( KETUA LEMBAGA BANTUAN & PENGEMBANGAN HUKUM ( KOSGORO ))
                         - Bp. H. Koswara Sujaenal, Sp ( Anggota DPRD Bandung Barat Fraksi Demokrat )
                         - Kang Luki & Teh Asri ( KETUA YAYASAN SUNDA WANGI )
                         - R. Deden J Natapraja B.E ( KETUA RUMAH BUDAYA GITA CIPTA )
III.                  PEMBINA                                                        :  
- Rd. H. Deni Romli Subrata S.IP ( KETUA UMUM DPP LSM SIKAT )
- Bp. Rd. Sutarja ( Mantan Ketua DPRD CImahi / PUPUHU GAGAK LUMAYUNG )
- Syeikh Faizal Multazam  ( PUPUHU KUDA PUTIH )
- Ibu Ai Mulyani S.Pd. M.Pd ( KETUA IKATAN PENULIS JURNALISTIK INDONESIA )
- Kang Robby M Dzulkarnaen ( PUPUHU SUNDAWANI )
- Bp. Djoni Hidayat S.H ( KETUA UMUM MANGGALA GARUDA PUTIH )
- Bp. Drs. Imam Hermanto ( KETUA BUAH BATU CORPS ( BBC ))
- Bp. Suhaya Jati Permana ( KETUA UMUM GABUNGAN INISIATIF BARISAN ANAK SILIWANGI ( GIBAS ))
- Bp. Noery Ispandji Firman ( KETUA UMUM ANGKATAN MUDA SILIWANGI ( AMS ))
- Bp. Mohamad Fauzan Rachman S.E ( KETUA UMUM GERAKAN MASYRAKAT BAWAH INDONESIA ( GMBI )
- Bp. Syarif ( KETUA LSM PADARINGAN )
- Bp. H Candra ( PUPUHU MACAN ALI, TAPAK JALAK BANTEN, SYAHBANDAR & GAJAH PUTIH )
- Kang Yano ( KETUA KANDAGA )
- Bp. Dede Syarif ( PIMPINAN VISI CINEMA PRO )
- Bp. Dida Suprida ( KETUA ORGANDA CIMAHI )

SUSUNAN PENGURUS LEMBAGA BUDAYA SUNDA
“ Paguyuban Saparakanca “

Ketua                                                              :  - Riswan Daniang Wali
Wakil Ketua I                                                :  - Amir
Sekjen I                                                           :  - Heri
Bendahara                                                     :  - Anta Sanjaya
                                                                                                   - Vina Mutiara Sari
Seksi Rohani                                                  :  - Ust. Irwan Arwana
                                                                                                   - Ust. Yadi
Seksi Budaya                                                  :  - Yulius Titosa (Koordinator)
                                                                                                   - Gito Sugih
                                                                                                   - Soleh
                                                                                                   - Dedi Sutisna
Seksi Humas                                                   :  - Chaerul Ristiyana (Koordinator)
                                                                                                   - Danis Maulana
Seksi Logistic / Transportasi                         :  - Asep Kusnadi (Koordinator)
                                                                                                   - Asep Jumar
Satgas                                                             :  - Agung TN (Koordinator)
                                                                                                   - Tarmana
Dokumentasi                                                 :  - Reza Tri Hadi
                                                                                                   - Rohman
                               

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa baraktuh……!!!
Sampurasun…..!!!!
Kami “ Paguyuban Saparakanca “ sedang berupaya keras untuk terus menggali (eksplorasi), meneliti dan mengembangkan, serta mendiseminasi/menyebarkan dan menyemai bibit-bibit unggulan Budaya Sunda dengan kadar Hikmah yang tinggi.
Hikmah dari kedalaman bumi sejarah berbagai peradaban umat manusia (perenial wisdom) yang tercerahkan dengan sinaran kosmik kesadaran dan kearifan ilahiyah (divine wisdom), diharapkan dapat membangun peradaban baru umat manusia yang lebih baik, lebih adil, lebih sejahtera dan lebih beradab.
Pada peradaban baru itulah Umat Islam, dengan bekerja bersama dengan umat beriman lainnya, dapat berperan besar dalam mewujudkan, visi & misi Rahmat (Cinta) bagi seluruh Alam Semesta.
Maka untuk mewujudkan visi dan misi itulah, kami “ Paguyuban Saparakanca “ mengajak semua pihak yang berkepentingan dan peduli terhadap visi & misi besar bersama membangun peradaban baru, untuk dapat berpartisipasi secara aktif sesuai dengan potensi, keahlian dan kemampuan masing-masing.
Dalam kesempatan ini saya Riswan Daniang Wali sebagai pengelola “ Paguyuban Saparakanca “ ini mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada para Pendukung terhadap budaya Sunda yang dimuat di situs ini, terutama kepada  Abah Ayi ( KETUA MAJELIS DZIKIR ISTANA NEGARA, PIMPINAN MAJELIS DZIKIR PB NU, PUPUHU MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI), KETUA ASOSIASI PARANORMAL INDONESIA, KETUA PAGAR NUSA  BANDUNG, PUPUHU  MANGGALA GARUDA PUTIH, PUPUHU ABABIL INDONESIA, PUPUHU FRONT PEMBELA ISLAM (FPI), PUPUHU SUNDAWANI, PUPUHU GIBAS, PUPUHU AMS, PUPUHU BBC, PUPUHU PEMUDA PANCASILA (PP), PUPUHU GMBI ),   Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia D.E.A  ( Rektor Unpad ), (Pur). Kombes.  Djumena Warga Sutisna ( PUPUHU CIMAHI ), Mbah Dago ( PUPUHU BANDUNG ),  Eyang Cakra  ( PUPUHU BANDUNG ),  Bp. H. Syafei ( Mantan Ketua PAGUYUBAN PASUNDAN ), Kang Erwan  ( PUPUHU CIMAHI ), H.D Oland Siswantho, SH  ( KETUA LEMBAGA BANTUAN & PENGEMBANGAN HUKUM ( KOSGORO )), Bp. H. Koswara Sujaenal, Sp ( Anggota DPRD Bandung Barat Fraksi Demokrat ), Bp. Asep Dendih, S,Pd. M.M ( KEPALA BIDANG KEBUDAYAAN BANDUNG BARAT ), R. Deden J Natapraja B.E ( KETUA RUMAH BUDAYA GITA CIPTA ), Rd. H. Deni Romli Subrata S.IP ( KETUA UMUM DPP LSM SIKAT ),  Bp. Rd. Sutarja ( Mantan Ketua DPRD CImahi / PUPUHU GAGAK LUMAYUNG ),  Ibu Ai Mulyani S.Pd. M.Pd ( KETUA IKATAN PENULIS JURNALISTIK INDONESIA, KETUA BUAH BATU CORPS (BBC) PHANTOM, PUPUHU GNPK, PUPUHU GEMA SUNDA, PUPUHU LASKAR MERAH PUTIH, PUPUHU DINAS UPTD SKB CIMAHI),  Kang Robby M Dzulkarnaen ( PUPUHU SUNDAWANI ), Bp. Syarif ( KETUA LSM PADARINGAN ), Bp. H Candra ( PUPUHU MACAN ALI, TAPAK JALAK BANTEN, SYAHBANDAR & GAJAH PUTIH ), Bp. Rohandi ( KETUA DPD CIMAHI LSM SIKAT ),  Kang Yano ( KETUA KANDAGA ), Bp. Dede Syarif ( PIMPINAN VISI CINEMA PRO ), Bp. Dida Suprida ( KETUA ORGANDA CIMAHI ) dan masih banyak Pupuhu yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu… 
  Beliaulah yang paling rajin memberikan dorongan dan sumbangsihnya baik berupa moral mapun material karena kecintaannya kepada “ Paguyuban Saparakanca “.
Partisipasi berupa donasi/infaq-wakaf untuk pengembangan lebih lanjut “ Paguyuban Saparakanca “  dapat disalurkan kepada :
Rekening Bank BCA
Nomor Rekening : 1390069584
a/n : Riswan

Rekening Bank Niaga
Nomor Rekening : 530 – 0108920119
a/n : Riswan

(atau secara langsung melalui Paguyuban yang bersangkutan)

Contact Person :
Ket Untuk Bukti transfer kirim SMS ke : 08562208788 atau  08891937668





“ Sunda Bukan Etnis, Tapi Sunda Adalah Peradaban Dan Akar dari Seluruh Peradaban Dunia “

Budaya Tertua di Dunia adalah Budaya Sunda
Budaya tertua adalah budaya sunda karena budaya sunda adalah budaya yang berasal dari peradaban tertua yaitu peradaban atlantis. Budaya adalah hasil kegiatan lahiriyah atau hasil yang tampak (lahiriyah) sebagai perwujudan (manifestasi) dari batiniyah. Bentuk hasilnya berupa nilai-nilai, norma, karakter, pola fikir, adat istiadat, bahasa, kesenian dan sopan santun. Bentuk hasil yang lebih luas lagi adalah sistem pendidikan, ekonomi, politik, sosial, sains dan teknologi. Bentuk hasil yang semakin kaya dan meluas yang dilakukan berabad-abad bisa membentuk sebuah peradaban.
“ Peradaban Sunda Modern akan Dimulai oleh Kerajaan Atlantis yang Berpusat di Bandung “
Setelah memahami bahwa asal muasal (akar/sejarah tertua) peradaban dari sunda maka berikutnya peradaban baru super modern akan muncul dari sunda. Dimulai dengan berdirinya Kerajaan Atlantis di Bandung yang akan membentuk peradaban surgawi. Kerajaan Atlantis akan dipimpin oleh Sajatining Ratu Adil (Raja Adil) beserta ratunya (Ratu Adil). Banyak sebutan untuk Raja Adil diantaranya satria piningit, satrio pinanditho sinisihan wahyu, putera batara indra, cah angon, budak janggotan, nonoman sunda, kalki awatara, budha maitreya, ulul albab dll. Raja Adil dan Ratu Adil akan tampil bukan dengan raga manusia biasa seperti pada umumnya, tapi Raja dan Ratu Adil akan tampil dengan sajatining raga (raga yang sempurna). Raja dan Ratu Adil hakikatnya satu, Raja Adil adalah perwujudan Jatiraga (kesempurnaan lahir/mahadewa) dan Ratu Adil adalah perwujudan Jatiwanda (kesempurnaan batin/mahadewi). Sedangkan penyatuan kesempurnaan lahir batin disebutnya Jatisunda (mahabaratha).
Kerajaan Atlantis yang dipimpinnya akan membentuk peradaban abadi yaitu Peradaban Sunda (peradaban surgawi = Gemah ripah, repeh rapih / silih asah, silih asih, silih asuh). Raja dan Ratu adil secara zahir asalnya manusia biasa, tapi karena mereka telah melakukan perjalanan “mulih ka jati, mulang ka asal” secara sempurna maka merekapun mendapat buah (hasil) yang sempurna.
Jaman ini adalah jaman penentuan bagi kebudayaan “Lemuria” atau “Atlantis” yang ada di bumi. Pada saat ini dua akar konflik, yaitu “agama” dan “materialisme” telah bersekutu dan saling memanfaatkan satu sama lain serta menyebarkan konflik di muka bumi. Agama menjadi cenderung dogmatik, formalistik, fanatik, dan anti-human persis seperti perkembangan agama di Eropa dan timur tengah sebelum masa Aufklarung. Esensi agama, yaitu spiritualitas yang bertujuan untuk mengembangkan Kesadaran dan Kasih dalam diri manusia, malah dihujat sebagai ajaran sesat, bid’ah, syirik, dll. Agama justru bersekutu kembali dengan pusat-pusat kekuasaan politik, terbukti pada saat ini begitu banyak “partai-partai agama” yang berkuasa di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan pada paham materialisme juga sudah terlanjur menguasai dunia. Persekutuan antara kaum agama dan materialisme, atau “agama-materialistik” ini mulai menggejala di mana-mana, berwujud dalam bentuk-bentuk teror yang mengancam dunia.

Sudah saatnya, para spiritualis di “Lemuria” atau “Atlantis” mulai bersatu kembali. Segala pertikaian remeh temeh tentang materialisme-spiritualistik atau spiritualisme-materialistik harus diselesaikan sekarang. Tugas yang sangat penting tengah menanti, bukan tugas prophetik, tetapi tugas yang benar-benar menyangkut keberlangsungan eksisteksi seluruh spesies di “Lemuria” atau “Atlantis”, di bumi yang amat indah ini. Tugas ini tidak bisa dikerjakan oleh satu dua orang Buddha atau Nabi atau Wali atau Resi atau Avatar seperti pada masa lalu. Tetapi, seluruh “manusia-biasa” juga harus terlibat di dalam tugas ini.

Jika hipotesis Prof. Santos memang benar, bahwa Atlantis pada masa lalu itu berada di Indonesia (Sunda), maka hal itu berarti kita yang tinggal di sini punya tugas (karma) yang penting. Ini bukan suatu kebetulan. Kita yang tinggal di Indonesia harus bangkit kembali, bangkit Kesadarannya, bangkit Kasihnya, bangkit Sains dan Teknologinya untuk mengubah jalannya sejarah  “Atlantis”  yang selama ini sudah salah arah. Kejayaan masa lalu bukan hanya untuk dikenang, atau dibanggakan, tetapi harus menjadi “energi-penggerak” kita untuk mengambil tanggung jawab dan tugas demi kejayaan Indonesia dan keberlanjutan peradaban “Atlantis”   beserta seluruh spesies yang ada di bumi ini.

“ Hayu urang sauyunan saluyu ngawangun jati mandiri, Sangkan Sunda Gemah Ripah, Repeh, Rapih tur Loh Jinawi ! ”

Research & Development Center for Philosophy, Science, Civilizations and Spiritualism, Kami masih mencari para Pupuhu, saudara atau rekan untuk mempererat tali silaturahmi dan untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda, jika para saudara ingin bergabung atau memberikan informasi yang positif segera hubungi contact person kami di atas. Terimakasih…!!!